Bruak!!! “Sudah kubilang, menjauh dulu selagi aku membereskan bocah congkak itu!” Qi Lin menyabet tubuh Patriark Yuan Kai menggunakan ekornya yang berbulu di ujung, tetapi juga bersisik di bagian yang memanjang. “Uhuk! Fu’er, dia mengincarmu! Berpindah-pindah tempatlah di udara. Kosongkan pikiranmu, sepertinya dia tersinggung dengan apa yang telah kau pikirkan!” Patriark Yuan Kai menekan dadanya yang nyeri, sabetan ekor Qi Lin ternyata tepat mengenai ulu hatinya, membuat pria itu harus menggunakan beberapa detik waktunya untuk melakukan pemulihan. “Paman, jurus apa yang harus kukeluarkan di saat-saat yang seperti ini?!” Zhou Fu memilih untuk bertanya sebab dengan begitu ia bisa membiarkan kepalanya tetap kosong, sepertinya Qi Lin memang memilih untuk selalu menyerangnya sebab kepala

