“Hi hi hi, harus kukatakan jika dugaanmu keliru, Pendekar Tampan! Kuharap kau tak perlu bersedih karenanya! Sepertinya aku juga belum pernah bertemu dengan seseorang yang kau sebut sebagai Sang Kaisar tersebut!” Qi Lin bersuara menanggapi isi pikiran Patriark Yuan Kai. “Sial! Kau juga bisa membaca isi kepalaku?! Makhluk seperti apa dirimu ini?!” Patriark Yuan Kai lantas memundurkan langkahnya lagi, tetapi… “Kau telah mencapai batas mundur, Tampan! Sekarang kau bahkan telah menubruk tubuhku! Hi hi hi” Patriark Yuan Kai berjingkat dan melompat ke depan setelah ia merasakan adanya seolah ada puluhan ular menggeliat-geliat di lehernya. “b******n! Seperti apa wujudmu itu?!” Patriark Yuan Kai merasa bergidik mengingat lehernya yang terasa basah dan sedikit geli oleh belaian sesuatu yang se

