Bidak-bidak telah tertata rapi di tempat mereka masing-masing. Putri Misil mendapat giliran pertama melangkah, gadis itu memajukan satu bidak tengahnya untuk menjaga wilayah sentrum. Melihat langkah pertama Putri Misil, Panglima Yeongjo mengangguk-angguk sejenak, ia segera tahu jika Putri Misil memang memiliki pengetahuan yang bagus dalam permainan catur. “Nah, jangan kira karena kau telah menjaga petak sentrum, kau akan memimpin permainan, Jang Mi! Hati-hati, aku pandai membalikkan keadaan!” Panglima Yeongjo memberi peringatan pada Putri Misil sebagaimana pria itu memang kerap memenangkan permainan bahkan setelah musuh merasa unggul segala-galanya. “Saya terima peringatan itu, Panglima Yeong. Harap Panglima juga berhati-hati melangkah, karena kekalahan acapkali diawali oleh kesombongan!

