“Kau ingin mengancamku?” tanya Panglima Yeongjo tiba-tiba. “Kau ingin mengatakan jika aku tak segera merelakan Pusaka Zuchun ini, maka akan ada petaka di hidupku? Ah, tak semudah itu menumbuhkan kerelaan di hari seseorang, Jang Mi! Lagipula, petaka macam apa yang berani mendekatiku?” “Harap Panglima Yeongjo ingat jika Panglima telah membuat janji pada Dewa. Kepercayaan kita mengatakan jika kita melanggar sumpah pada Dewa, bencana besar akan terjadi! Maka, suatu hari jika negeri ini mengalami bencana, saya akan berterus terang pada ayah jika ada seorang warga Yeongsan yang telah melanggar sumpah Dewa. Panglima tahu apa konsekuensinya?” Putri Misil mengerlingkan matanya ke arah Panglima Yeongjo. Seketika, Panglima Yeongjo menelan ludah beberapa kali sementara Zhou Fu mengamati dengan seksa

