Zhou Fu berlari menuruni bukit setelah mengucapkan beribu terima kasih kepada Panglima Yeongjo. Pemuda itu seolah tak sabar untuk segera membagikan kebahagiannya bersama seseorang yang terus memandanginya di bawah bukit. Dari kejauhan, Putri Misil melihat pria yang disukainya itu telah mendekat menuju ke arahnya berada. Putri Misil tak bisa membendung kebahagiaannya ketika Zhou Fu menatapnya dengan mata berbinar. Dalam beberapa detik, Zhou Fu bahkan telah berada cukup dekat dengan dirinya berdiri. ‘Bagaimana ini? Apakah kakak Zhou akan memelukku? Aku belum siap, tapi juga tak mau melewatkannya!’ batin Putri Misil dengan pipi merona. Mendadak, ia menjadi gugup dan salah tingkah, membuat paras manisnya semakin terlihat menggemaskan dan memesona. Zhou Fu berada semakin dekat dan sangat

