“Ya. Menantuku amat cantik, bukan?!” Kim Yin Song mengelus-elus rambut gadis yang sedang duduk sambil menggendong putranya. Sementara dia sendiri tengah terbaring di sebuah dipan dengan satu tangan memegang secarik kertas yang sepertinya berisi sebuah lukisan. “Menantu? Jang Mi? Bagaimana bisa?!” Zhou Fu tetap tak bisa memahami apa yang baru saja diucapkan oleh Kim Yin Song. “Ya, Kakak. Bayi ini kelak akan menjadi suami saya!” tutur Putri Misil dengan raut bahagia. Ia pun menimang-nimang bayi itu dengan perasaan gembira. “Apa?!” “Lihat ini!” Kim Yin Song menenteng secarik kertas yang berisi lukisan dua orang anak muda di dalamnya. Zhou Fu berjalan mendekat dan meraih secarik kertas tersebut sebab lukisan itu seolah tak asing baginya. “Bukankah ini Jang Mi?” Zhou Fu menunjuk ke satu

