“Fu’er, kita harus segera kembali ke Caihong!” Setidaknya, Patriark Yuan Kai telah mengucapkan kalimat tersebut sebanyak lebih dari sepuluh kali. Setiap kali Zhou Fu bertanya mengapa, pria itu menjawabnya dengan kalimat yang sama. Hanya berputar-putar tanpa memberi satu jawaban. “Paman, pikiran paman sepertinya sedang terganggu!” “Fu’er, kita harus segera kembali ke Caihong!” “Ini tidak bisa dibiarkan!” Zhou Fu meraih dua tangan Patriark Yuan Kai dan melingkarkannya ke leher. Ia berencana menggendong Patriark Yuan Kai ke pusat pengobatan istana agar pria itu segera mendapatkan perawatan. “Aduh…!” seketika, rembesan darah dari punggung Zhou Fu mulai keluar lagi ketika luka menganga tersebut terkena tekanan dari tubuh Patriark Yuan Kai. Pemuda tersebut tak ambil peduli, ia berjalan s

