Bab 31: Cinta Bibi

1050 Kata

"Lagi coba resep baru lagi?" "Iya, Bi." Meli, bibi Kaina sekaligus ibu Dara, bertanya sambil mengintip sederet cake yang kini sudah dipanggang di oven. Dia menghirup aroma harum yang mulai menguar dari alat kotak itu. Senyum manis menghiasi bibir sang bibi. Dia selalu senang ketika melihat Kaina bisa sebahagia ini hanya dengan memasak. Saat mengambil Kaina setelah peristiwa naas yang mengenaskan dulu, gadis itu baru berusia sembilan tahun. Dia ingat sekali kalau wajah Kaina terlihat hampa. Seolah dia tidak memiliki keinginan untuk meneruskan hidup. Kaina kecil tidak pernah menangis di hadapannya. Dia terus diam dan tidak akan bersuara kecuali jika ditanya. Meli sering mendengar Kaina menangis diam-diam di kamar. Jika sudah begitu, Meli akan membiarkan. Awalnya, sulit sekali mendekati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN