31. Jangan Kembali

1044 Kata

"Sudah lebih tenang?" "Sudah. Makasih, ya, sahabat terbaikku." Kaina hendak memeluk Dara, tetapi yang ingin dipeluk malah menjauh. Kaina tergelak. "Kamu sungguh tidak terduga. Apa ada yang terjadi setelah kamu pergi dari klub tadi pagi?" "Sebenarnya ...." Kaina melirik Dara lewat sudut matanya. "Jangan marah dulu, ya." "Kenapa aku jadi curiga? Jangan bilang kalau kamu ketemu Arion sebelum pulang." "Itu ... benar," ujar Kaina pelan. "Apa?!" Mata Dara membesar sempurna. Kaina meringis mendapati reaksi sahabatnya. Dia tahu Dara akan marah mengenai hal ini. Jujur saja, sulit menghindari Arion. Mungkin karena hati Kaina yang sudah terlampau jauh memendam perasaan. Ketika pada akhirnya Arion mendekat, Kaina jadi kegirangan. Keinginan untuk melupakan Arion menguap begitu saja setiap kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN