“Serius, loe enggak bakal turun, Yon?” tanya Daren sambil bersandar di dinding. Setelah sesi berbagi rahasia dengan Adit tadi, Arion memutuskan untuk memainkan piano. Dia ingin menjernihkan pikirannya yang terasa penuh noda. Meski terkenal suka mencari keributan dan sedikit kasar, Arion punya sisi hangat di bidang musik. Hampir semua alat musik dikuasai olehnya, tetapi dia paling berminat pada nada-nada tuts di piano. Baru memainkan satu lagi, Daren datang membawa kabar buruk. Ayah Arion datang berkunjung. Arion tidak ingat kapan terakhir mereka bertemu, seminggu yang lalu? Dua minggu yang lalu? Arion bahkan tidak memedulikan hal itu. Akan semakin bagus kalau mereka tidak bertemu lagi. Apa lagi yang mau disampaikan sosok itu pada Arion. Sudah cukup Arion merasa tersakiti karena sikap t

