“Apa yang sudah loe lakuin ke Kaina?” tanya Arion pada Ardy. Wajah Ardy sepertinya sudah dihadiahi beberapa bogem. “Gue enggak ngelakuin apa-apa, Yon. Serius! Cewek itu histeris sendiri waktu gue pukul penyelundup di markas gue.” “Loe pikir gue percaya sama ucapan loe?” “Gue benaran, Yon. Apa dia punya trauma pada kekerasan?” “Apa?” Pertanyaan itu menyadarkan Arion akan sesuatu. Dia menemukan kata kunci yang sangat penting dan mungkin bisa membawanya pada kebenaran. Jika apa yang ada dalam kepalanya ini benar, reaksi Kaina bisa dibilang wajar. Benarkah hak itu yang terjadi pada gadis pujaannya? Trauma. Trauma. Trauma. Kata kunci yang Arion temukan itu terus masuk ke dalam otaknya. Apa benar Kaina memiliki trauma pada kekerasan. Dia mengingat semua kejadian yang sudah dilewati bersam

