"Selamat atas pertunangannya, ya, Ches." Hilma mengulurkan tangan sambil tersenyum lebar. Chessy menatap Hilma dengan kening berkerut, tidak mengerti apa yang dimaksud oleh gadis di hadapannya. Dia? Bertunangan? Berita macam apa itu? Dia benar-benar bingung dengan ucapan selamat dari Hilma. Apa temannya itu sedang mengigau atau melontarkan candaan? “Iya, Ches. Loe serius sudah tunangan?” “Iya, nih. Kenapa tunangan enggak pakai pesta? Kami, kan, bakal ikutan senang.” “Kapan kalian tunangan?” “Kapan bakal nikah?” “Ayo, dong, Ches. Cerita sama kami.” Chessy menghela napas, lalu mencoba mengingat-ingat apa yang sudah dilaluinya belakangan ini. Dia tidak tahu dari mana Hilma atau orang-orang di klub tata boga mendengar gosip tentang pertunangannya. Lagi pula, dengan siapa dia bisa dipasa

