“Loe yakin enggak perlu ke rumah sakit? Gue benaran khawatir sama loe, Kai,” ujar Arion saat hampir mencapai gerbang kampus. Posisinya masih berada di belakang Kaina, tetapi dia yakin jika gadis itu mendengarkan. “Aku enggak apa-apa, kok. Cuma butuh istirahat sebentar saja.” “Kalau loe mau, gue bisa antar loe sampai rumah. Gimana kalau terjadi sesuatu sama loe di perjalanan?” Kaina berhenti melangkah. Diikuti oleh Arion di belakangnya. “Percaya, deh, Yon. Aku baik-baik saja.” “Oke. Gue percaya sama loe.” Arion berjalan mendekat. Dia berusaha menghadap Kaina yang justru menunduk begitu menyadari pergerakannya. “Aku sudah bilang jangan dekat-dekat,” ujar Kaina, lantas kembali berjalan dengan cepat. Panggilan Arion sama sekali tidak dipedulikan oleh Kaina. Dia melewati gedung dan memeri

