"Apa Kaina sudah tahu gosip ini?" "Iya. Kami tadi sempat ke taman." "Apa dia merasa ... hmmm, gimana cara ngomongnya, ya? Gue jadi bingung." "Kamu mau tanya apa itu memengaruhi Kaina?" "Iya. Gue harap dia enggak salah paham." "Dia tidak akan berpikir sedangkal itu. Kau tahu, kan, dia sangat cerdas." "Tapi sepertinya ada yang dia pikirkan. Loe tahu apa itu?" "Kaina cuma lagi kecapean. Dia terlalu memaksakan diri buat mempersiapkan bazar. Kamu enggak perlu khawatir." "Gue cuma kepikiran. Gue kira, Arion sudah nembak dia." "Arion mau nembak Kaina?" "Ya ... dia memang enggak bilang gitu. Itu cuma perkiraan gue saja. Soalnya dia bersikeras buat dekati Kaina. Gue khawatir kalau dia malah bikin Kaina enggak nyaman. Arion ... kadang bisa nekad. Gue rasa, Kaina harus tahu ini." "Makasih,

