53. Tangis

1671 Kata

“Kakak, apa kami boleh minta makanan?” Seorang anak kecil yang kira-kira berumur delapan atau sembilan tahun menarik gamis Kaina. Wajahnya menyisakan beberapa jejak tanah, entah karena apa. Rambut anak itu panjang dan awut-awutan. Ada bau yang cukup menyengat dari tubuhnya, mungkin dia tidak mandi belakangan ini. Para pengunjung bazar menjauh dari Kaina begitu menyadari kehadiran anak bau itu. Kaina menghela napas. Apa mereka tidak bisa sedikit saja membuka mata dan melihat kesulitan si anak? Mengapa malah mengabaikannya hanya karena penampilan yang kurang sedap dipandang. Manusia memang banyak yang lupa siapa mereka sebenarnya. Allah menciptakan mereka sebagai pimpinan di muka bumi, tetapi memimpin sesama manusia sangat sulit lakukan. Kebanyakan dari mereka hanya melihat status sosial

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN