“Kamu merasa kalau Arion bersikap aneh enggak?” “Aneh? Maksud kamu soal dia ngelarang kamu pergi sendiri?” “Iya. Biasanya dia selalu ganggu aku, kan? Hari ini dia ketemu aku cuma mau bilang itu. Kamu enggak ngerasa itu aneh?” “Memang. Apa menurut kamu, dia tahu sesuatu?” “Aku enggak yakin. Kamu masih ingat kata-kata aku soal orang yang ngikuti aku? Apa Arion juga lihat orang itu?” “Kok, kamu bahas itu lagi, sih. Aku jadi takut.” “Tapi, aku memang merasa ada yang ngikuti, Ra. Jangan-jangan orang yang ngikuti aku ada di sini.” Kedua mata Kaina menjelajahi semua sudut acara bazar diadakan. Suasana yang terlalu ramai membuat Kaina tidak bisa menebak, siapakah orang yang tengah mengikutinya. Selama dia berjaga di pintu masuk tadi, tidak ada pengunjung yang mencurigakan. Lagi pula, acara

