“Ini daftar menu yang kami sediakan dalam acara bazar kali ini. Silakan dilihat-lihat. Selamat berkunjung.” Kaina mengulurkan sebuah selebaran kepada sekelompok mahasiswi yang hendak memasuki area bazar. Mereka berterima kasih, lalu tampak memperhatikan setiap penganan yang ada dalam daftar. Baru saja Kaina berbalik, seseorang dari kelompok itu memanggil namanya. Sedikit mengherankan ada yang mengenal Kaina. Gadis itu mengerutkan kening sambil memperhatikan wajah mahasiswi yang memanggilnya. Dia tidak mengenali sang pemanggil. Sepertinya bukan berasal dari semester yang sama. Meski Kaina tidak banyak bergaul, dia bisa mengingat wajah-wajah temannya. Dengan kecerdasan yang di atas rata-rata, Kaina tidak kesulitan merekam semua wajah yang pernah dia temui. Yang kini berdiri di hadapannya

