Dipanggil Pulang

1619 Kata

Rubyah berpikir cepat. Ia segera kembali masuk ke dalam kelasnya. Sambil berusaha menampakkan diri seolah tidak ada apa-apa. Ia meraih tas dan menyelipkan cek yang akan diuangkan pagi itu juga di Bank. Wanita itu duduk dengan tenang di kursinya, memperhatikan anak murid yang masih mengerjakan tugasnya. Hari itu, secara mendadak akan menjadi hari terakhirnya di sekolah tempat ia mengajar selama bertahun-tahun. Jelas ia merasa sangat sedih dan terluka serta tidak berdaya, bagaimanapun, keselamatan putrinya harus menjadi prioritas utama. Meninggalkan anak didik yang dicintainya memang sangatlah berat. Tugas yang diembannya merupakan keinginan serta cita-citanya dari sejak kecil. Ia sangat menikmati kegiatan belajar mengajar dan tersenyum bangga ketika para murid yang pernah diajarkannya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN