Tampak jelas di mata Tiara gerak-gerik Mahendra yang resah, sekecil apapun gerakannya. "Saya tidak mungkin melakukan kesepakatan kecuali hal yang saya ajukan tadi, Tiara," tegas Mahendra, berusaha memotong jalan di depan, menutup kesempatan Tiara mengajukan hal-hal yang tidak dapat disetujuinya. "Kalau begitu, saya akan pilih sendiri opsi saya, Pak Mahen. Terima kasih atas waktu Anda," pungkas Tiara seraya bangkit dan meraih tasnya. "Tiara, apa yang akan kamu lakukan? Apakah penawaran saya kurang menguntungkan?" kejar Mahendra merasa tidak puas. "Kita akan bertemu di ruang pengadilan, Pak. Jika pun tidak sampai ke ruang pengadilan, setidaknya masyarakat akan tahu kebenarannya dari semua yang Bapak rencanakan," sahut Tiara saat memulai langkahnya. Mahendra tergugu di tempat. Ia mera

