Waspada

1272 Kata

Sulit rasanya menerima kenyataan kalau wanita miskin dari kampung tiba-tiba menjadi pemilik sebuah hotel mewah. Hatinya meradang dengan luapan emosi. Denada melangkahkan kakinya cepat-cepat ke arah lift. Ia memiliki satu unit kamar yang disewanya atas nama orang lain. Tidak ada yang tahu kalau ia telah kembali ke Jakarta. Di dalam kamar suite, ia berjalan mondar mandir sambil menghisap cigarette, wanita itu yakin kalau mertuanya, Mahendra yang menggelontorkan kekayaan kepada Tiara. Ia tidak terima, karena pada kesuksesan Mahendra saat ini jelas-jelas akibat dari campur tangan keluarganya. Telepon genggam di tangannya, dikepal erat-erat sambil menimbang-nimbang, apakah perlu dikonfrontasi sekarang kepada Mahendra atau tidak. Namun, semakin lama, perasaannya semakin gelisah. Ia duduk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN