Anak Haram?

1342 Kata

"Tia, gimana? Kelihatannya baik-baik saja sampai peluk-pelukan seperti itu?" Sorot mata Lina dipenuhi dengan kepenasaranan yang besar. "Di luar dugaan," sahut Tiara masih terpana dengan peristiwa tadi. "Kamu memang punya pesona menundukkan orang, Tia," celetuk Lina sambil mencibir setengah meledek. "Ngomong apa sih, kamu?" tegur Tiara membalas cibiran sahabatnya. Tatapan mata Lina fokus pada televisi di dinding kanan restoran tersebut. "Tia! Itu ... Attaya! Thomas sakit apa ya? Sore ini juga dibawa ke Penang? Pasti sakitnya parah ya? Duh, kasihan," celoteh Lina yang menatap layar televisi dengan serius. Hampir saja Tiara menoleh ke arah yang ditunjuk Lina, tapi ia menahan diri, pura-pura tidak tertarik karena ada perasaan tidak ingin terluluhkan oleh bocah kecil menggemaskan itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN