Menikahlah Denganku, Ara.

1687 Kata

"Kita ke Mansion ya, di sana banyak kamar yang bisa kamu pakai, tinggal pilih. Aku ada yang harus dikerjakan tapi, sebelumnya, aku mau bilang sesuatu sama kamu." Attaya mengarahkan mobilnya ke arah luar Bogor. "Aku belum bilang ibu loh, bentar aku kirim pesan dulu," sahut Tiara seraya mengambil telepon genggam dari tas cangklongnya. "Ada masalah?" lanjut Tiara penasaran, ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hati kekasihnya. "Aku ingin jujur sama kamu, tapi, entahlah kamu akan mengerti atau tidak ... nanti aja deh," ucap Attaya ragu-ragu. "Tentang Denada?" desak Tiara sambil menatap wajah Attaya dari samping. "Ujung-ujungnya ke dia, cuma masalah intinya bukan di situ." Attaya seketika menjadi murung. "Baiklah, kita makan malam dulu baru ngobrol ya, kamu belum makan kan?" Ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN