Perjalanan pulang.
Jack yang duduk menatap keluar jendela, membayangkan kejadian di hotel tadi. Ia merasa hatinya sangat perih saat melihat tangisan gadis itu, dan itu membuatnya merasa aneh dengan dirinya sendiri. Jack yang terkenal dengan kesombongannya, sangat tidak menyukai apabila di dekati oleh seorang wanita manapun, apalagi sampai hatinya perih hanya demi seorang wanita.
Vanisya yang sedang berdiri di tepi jalan tempat penantian bus dengan menyandarkan dirinya sambil berlinang air mata. Ada beberapa orang yang berdiri di tempat itu sambil menunggu bus.
" Gadis itu, kenapa di saat aku melihatnya menangis, hatiku terasa sangat perih.? " Batin Jack yang mobilnya melewati tempat penantian bus.
Disis lain, Jason masih bersama dengan selingkuhannya, Anita.
Klek...
Jason melangkah kembali masuk ke kamar mereka dan mendekati Anita yang sudah tanpa pakaian dan di tutupi selimut.
" Apakah gadis bodoh itu sudah, pergi? " Tanya Anita dengan masih berbaring di kasur empuknya.
" Sudah. " Jawab Jason dengan melepaskan pakaiannya satu persatu.
" Dari kemarin aku sudah mengatakannya padamu, usir saja dia. Tapi kamu tidak tega. "
" Kami pacaran sudah empat tahun, tentu saja aku harus memikirkan cara untuk memberitahunya. Tapi sekarang, ia sudah mengetahuinya sendiri dan itu lebih bagus." Ucap Jason yang tanpa sehelai benang di tubuhnya.
Jason kemudian naik ke atas kasur dimana Anita berbaring, lalu ia membuka selimut dan menindih tubuh wanita itu.
" Jason, malam ini aku akan menyerahkan tubuhku ini padamu. Jadi kamu harus berjanji untuk tidak akan mengecewakanku." Kata Anita yang meraba tubuh Jason.
" Aku sudah korbankan pacarku, apa kamu masih tidak percaya padaku.? " Ucap Jason yang sudah menguasai tunuh wanita itu.
" Aarrgghh, kamu sangat kuat. " Kata Anita yang menahan sakit dan memejamkan matanya.
" Aku akan membuatmu kelelahan. " Ucap Jason yang meneruskan aksinya tanpa henti. Dengan penuh nafsu, Jason melakukannya dengan kasar.
" Aarrgghh... Jason yang pelan. " Pinta Anita yang mendeseh kesakitan.
" Apa kamu pernah melakukannya pada wanita bodoh itu.? " Tanya Anita dengan menahan rasa sakit
" Tidak pernah."
" Kalian pacaran selama empat tahun, tapi kamu tidak menyentuhnya.? "
" Dia tidak ingin menyerahkan dirinya. " Jawab Jason dengan aksi liarnya yang makin cepat.
" Sakit... Jason, kamu sangat kasar. " Teriak Anita dengan meneteskan air matanya.
" Tubuhmu adalah milikku, tentu saja aku akan melakukannya sampai aku puas. "
" Jadi wanita bodoh itu masih perawan. ?"
" Benar, aku pacaran sama wanita itu selama empat tahun. Tapi aku tidak pernah bisa untuk menyentuhnya. " Ucap Jason dengan kecewa.
" Tidak apa-apa, bukankah sekarang kamu sudah memilikiku.? "
" Benar. " Jawab Jason yang masih dengan aksinya.
" Dasar wanita bodoh, apa kamu kira aku mencintaimu ? Jika bukan karena hartamu, mana mungkin aku mau menyentuhmu. Karena wanita yang aku cintai hanya Vanisya, dan kamu telah membuatnya lari dariku, dan aku akan membalasnya." Batin Jason
" Sudah, Jason. Sakit sekali." Pinta Anita yang tubuhnya di kuasai oleh Jason.
" Sebentar lagi Anita, aku belum selesai."
" Anita Yin, lihat saja nanti. Aku akan menikmati tubuh mu setiap saat, kamu bisa memuaskan ku di ranjang. Setelah aku bosan dan menguasai hartamu, maka aku akan tendang kamu jauh-jauh. Vanisya, kamu harus sabar, aku akan membawamu kembali suatu saat nanti. " Batin Jason.
Jason yang memiliki nafsu kuat, dia melakukannya selama dua jam. Dia di kenal suka main dengan wanita manapun. Hanya saja, dia belum pernah menyentuh Vanisya selama ia menjalin hubungan selama empat tahun. Selama pacaran, Jason sering bermain dengan wanita lain di atas ranjang untuk memuaskan dirinya. Hanya saja, tidak di ketahui oleh Vanisya selama ini.
Di kediaman Shin
Seorang pria paruh baya yang merupakan Paman Vanisya yang bernama Mike Shin, dan putrinya bernama Jenny shin. Mereka sedang berkumpul di ruang tamu.
" Pa, apa benar, rumah kita besok akan di ambil alih.? " Tanya Jenny yang lagi duduk di ruang tamu bersama Vanisya dan Mike.
" Benar, ini sudah jatuh tempo. Tuan Anderson akan datang besok. ' Jawab Mike dengan sedih.
" Paman, apa tidak bisa menunda? Ini rumah peninggalan Kakek satu-satunya untuk Paman. " Ucap Vanisya dengan sedih.
" Tuan Anderson di kenal sebagai pria kejam, dan dia paling tidak suka jika janji tidak di tepati " Balas Mike dengan mengeluh.
" Pa, bagaimana kalau aku mencarinya dan memohon padanya. " Ucap Jenny yang menatap Papanya yang tidak bersemangat.
" Tidak usah, kamu tidak akan bisa menghentikannya. Karena disaat itu, aku berjanji padanya akan membayarnya jika sudah cukup sebulan. Dan besok sudah tepat sebulanm " Sambung Mike lalu berdiri melihat ke sekeliling rumahnya yang akan di ambil alih oleh Jack Anderson.
" Paman, ini rumah kakek. Jika rumah ini di ambil, Paman dan kakak akan tinggal dimana.? " Tanya Vanisya sambil berdiri di samping Mike.
" Kita masih bisa pindah, setidaknya kita masih ada perusahaan. " Jawab Mike yang menatap Vanisya.
" Pa, aku akan coba untuk membujuk Tuan Anderson. Aku akn mencobanya sekarang." Ucap Jenny.
" Jenny, apakah kamu tidak tahu kalau Tuan Anderson tidak bisa dibujuk. "
" Tapi, Pa. bBarkan aku mencobanya dulu. " Kata Jenny penuh keyakinan.
" Tapi, Jen "
" Pa, aku akan melakukan apapun demi rumah kita, aku pergi dulu. "
" Jenny. " Teriak Mike yang melihat anaknya keluar dari rumah dan menuju ke mobilnya.
" Paman, biarlah kakak mencobanya. Kakak pintar bicara, aku yakin kakak pasti bisa. " Ucap Vanisya memenangkan Pamannya.
" Ya sudah, mudah-mudahan saja kakak mu bisa membujuknya. " Ucap Mike lalu berjalan ke arah tangga.
" Kalau saja kak Jenny tidak berhasil. Aku harap, aku bisa membantu Paman dengan cara terakhir. " Gumam Vanisya sambil melihat Pamannya berjalan ke lantai atas.
Night Club 999
Sekarang Jenny telah tiba di Club 999.
Pemilik Club ini adalah Jack Anderson, Jenny lalu melangkah masuk dengan penuh keyakinan, dia merasa kalau ia bisa membujuk pria itu dengan caranya. Selama ini, Jenny memang selalu berharap agar bisa mendekati pria itu.
" Nona, anda ingin mencari siapa.? " Tanya salah saru pegawai Club.
" Aku mau bertemu dengan Tuan Anderson, namaku Jenny Shin, dari keluarga Shin. " Jawab Jenny yang menggunakan rok pendek di atas lutut dengan atasan tanpa lengan.
" Tuan kami ada di kantornya, silahkan ikuti kami. "
" Baiklah, terimakasih. "
" Jack, aku yakin kamu akan terpesona dengan ku malam ini." Batin Jenny
Klek
" Tuan, Nona Jenny ingin bertemu. " Ucap karyawan Club dengan hormat.
" Masuk. " Jawab Jack dengan cuek.
" Tuan, apa kabar? Aku Jenny anak dari Mike Shin. " Sapa Jenny yang berdiri dengan sengaja menunduk dan menampilkan kedua tonjolannya.
Jack yang dengan tatapan dinginnya menatap wanita yang berdiri di depannya itu, karena ia sudah tahu niat wanita itu yang ingin menggodanya.
" Untuk apa kau datang.? " Tanya Jack dengan tatapan mematikan.
" Aku ingin memohon, agar Tuan bisa memberikan kami tambahan waktu untuk membayar hutang." Jawab Jenny ketakutan melihat tatapan pria itu.
" Dengan menggunakan apa kamu ingin memohon padaku.q? " Tanya Jack dengan dingin.
" Aku, apa saja yang Tuan inginkan. " Jawab Jenny dengan sengaja menunduk lagi agar bisa menggoda pria di depannya.
" Baiklah. Kalau begitu, buka semua pakaianmu. Jika kamu bisa membuatku senang, mungkin saja aku akan memberikan waktu untuk menundanya. " perintah Jack dengan tatapan serius.
***