Happy Reading and Enjoy Dia menatapku sendu, aku lagi-lagi dengan mudah memaafkannya. “Reynald, kenalkan ini Cindy, teman yang sering kakak certain ke kamu” Reynald membalas senyum Cindy yang tampak begitu manis dengan bibir merah yang begitu menggoda untuk dicicipi, mungkin bukan hanya Reynald yang berpikir seperti itu ketika melihat Cindy untuk pertama kalinya. “Kalian ngobrol aja, kakak tinggal mau liat Gibran udah bangun atau belum” baik Reynald maupun Cindy mengangguk, tampaknya keduanya memang memiliki ketertarikan satu sama lain. Obrolan mengalir begitu saja, Cindy pintar dan sangat pandai menggunakan bibirnya –untuk berbicara- dan wanita itu memiliki kriteria idaman wanita Reynald, pintar, nyambung dan cantik. Kata siapa laki-laki memandang wanita karena pribadinya? Pada k

