Happy Reading and Enjoy Kakiku terasa pegal karena sudah hampir 4 jam berkeliling mencari perlengkapan rumahnya, sebenarnya hanya untuk mempercantik dinding dan beberapa hiasan yang akan di taruh di atas meja. Dia adalah pria yang cukup bawel untuk masalah design interior apalagi itu untuk rumahnya sendiri. Aku mendesah lega karena pada akhirnya kami bisa duduk dan makan, benar-benar menikmati semilir AC yang menyejukkan. Sudah lewat pukul 2 siang dan kami melewatkan makan siang kami, Reynald tampak merasa bersalah karena lupa waktu dan akhirnya aku jadi dilupakannya. Aku juga tidak masalah dengan itu. “Aku mau ke toilet dulu, Mas pesen aja dulu deh, apa aja” ujarku lalu membawa tasku. Wajahku sudah terasa gerah dan kusam. Aku memilih mengelap wajahku dengan tissue basah yang jel

