Happy Reading and Enjoy Aku tersenyum menatap Amel di depan pintu kamar hotelku, dia menjerit hisetris ketika melihat kakiku yang dibebat. Namun senyumanku langsung pudar ketika melihat seorang yang berdiri di belakang Amel, aku menghela nafasku harus tetap bersabar. Dia menatapku sendu. Aku merindukannya, sungguh. “You okey?” tanyanya yang melihat wajahku, lalu matanya turun ke arah kakiku. Aku hanya mengangguk. “Bawaaan kalian mana?” tanyaku ketika melihat Amel yang hanya membawa tas kecilnya, dan kedua pria dibelakangnya sudah terlihat santai. “Kita udah cek in dulu lah, masuk deh jangan diluar kaya gini” Amel langsung menyelonong masuk, kamar yang ku tempati cukup berantakan karena sejak pagi aku belum keluar kamar, aku memilih makanan hotel dari pada aku repot k

