DUA PULUH EMPAT

913 Kata

Happy Reading and Enjoy Aku mengerjapkan mataku ketika tepukan dipipiku terasa, dan suara bass itu menyerukan namaku. Ketika itu juga kesadaranku kembali. “Hey… sudah sampai putri tidur” bisiknya lalu membantuku melepaskan sabuk pengaman yang entah sejak kapan membelit tubuhku agar tetap pada posisiku. “Ayo bangun, aku bantu” ujarnya lalu berdiri membantuku keluar dari pesawat yang membawa kami kembali ke Jakarta. Keesokan harinya, aku berniat untuk kembali setelah kejadian tak mengenakkan semalaman berujung dengan perminta maafan Zeta. Aku baru tau kalau Zeta adalah anak bungsu keluarga Orlando, aku sempat menuduhnya karena memberitahukan lokasiku pada Reynald namun Amel menentangnya, Amel yang mengatakan pada Reynald perihal keberadaanku. Zeta adalah sebuah ketidak sengajaan. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN