Bening baru selesai membuka ikatan rambutnya ketika jam dinding menunjuk pukul enam sore. Rumah terasa lebih sunyi dikarenakan Mbak Asih tidak datang hari ini, dan membuat Bening harus menjadi ibu rumah tangga yang membereskan dan menyiapkan makanan malam ini, jadi Bening memutuskan memasak sendiri. Ia membuka kulkas, melihat stok yang ada, lalu menarik napas kecil. “Bikin apa yaa… udah lah, bikin yang gampang aja,” gumamnya. Ia mengambil ayam fillet, beberapa sayur, bawang, cabai, dan nasi sisa siang. Rencana makan malamnya sederhana. Nasi goreng ayam dan tumis sayuran. Tidak mewah, tapi cukup untuk membuat rumah terasa seperti rumah. Saat Bening memotong bawang, pintu depan berbunyi. Suara derit kecil itu langsung membuatnya menoleh. Banyu pulang. Ia masuk dengan langkah pelan. Tas

