“Mas mau langsung tidur?” tanya Bening sambil mengintip dari balik selimut. Rumah sudah sepi. Lampu kamar tidur hanya menyisakan cahaya kecil dari lampu meja di sisi Bening. Bening sudah berbaring duluan sambil menggosok pelipisnya yang sedikit berat karena seharian bekerja dan memasak. Suasana malam itu terasa hangat, berbeda dengan beberapa malam sebelum konflik. Tidak ada ketegangan. Tidak ada suasana saling menjauh. Banyu duduk di sisi ranjang sambil melepas jam tangan. Gerakannya tenang. Wajahnya terlihat lelah tetapi tidak kaku. Tidak seperti dua hari lalu. “Iya. Badan agak capek.” “Minum air dulu. Nanti dehidrasi lagi,” jawab Bening sambil mengangkat gelas dari nakas dan menyodorkannya. Banyu menerimanya. “Terima kasih.” “Kerjaan Mas tadi padat?” Bening memiringkan tubuhnya ag

