Bab 85

2669 Kata

Restoran itu tampak biasa saja dari luar. Lampunya kuning, interiornya sederhana, musiknya pelan. Tidak ada yang mencurigakan. Namun Risa berjalan masuk dengan langkah hati hati. Ia mengenakan blazer hitam, rambut disanggul rapi, wajah tanpa senyum. Pelayan membungkuk kecil. “Selamat siang, Mbak. Ada yang bisa saya bantu?” “Saya sudah ditunggu. Ruangan belakang,” jawab Risa. Pelayan itu tampak paham. Ia mengantar Risa melewati deretan meja menuju pintu kayu di ujung ruangan. Risa masuk sendiri setelah pelayan mundur. Ruangan privat itu sempit. Hanya ada satu meja bundar dan dua kursi. Lampunya temaram. Asap rokok berjalan pelan di udara, melingkar seperti kabut tipis. Seseorang duduk membelakanginya, siluet tubuh lelaki dengan jas hitam rapi. Ia menghisap rokok tanpa menoleh. Risa m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN