Bab 73

2646 Kata

Pagi itu udara kantor redaksi terasa berbeda. Belum satu pun reporter mengeluarkan candaan yang biasanya memenuhi ruangan. Lampu ruangan terang, printer menyala, keyboard ditekan sana sini, tetapi ada semacam ketegangan yang menggantung. Ketegangan itu muncul begitu sebuah sosok memasuki lobi. Beberapa karyawan yang sedang mengatur peralatan liputan langsung berhenti bicara. “Eh itu bukannya…” “Bukan nggak sih… tapi mirip banget…” “Gila. Jangan bilang itu beneran dia?” Jaksa Banyu berjalan lurus tanpa menoleh. Kemejanya rapi, tapi wajahnya tampak jauh dari segar. Bawah matanya sedikit menggelap. Langkahnya cepat, namun tetap terlihat terkontrol. Tidak ada keributan, tapi aroma panik kecil menyelinap ke dalam ruangan. Dita yang baru datang sambil membawa kopi langsung berhenti seteng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN