Berjam-jam memperhatikan Rama dari kejauhan, akhirnya membuat Caca bosan juga. Dengan melawan segala rasa jijik dan geli yang dirasakannya saat melihat jalanan berlumpur dan membayangkan hewan kecil-kecil yang menjadi hama tanaman, Caca mulai mendekati Rama. Berdiri di samping Rama, yang sedang memasukkan anak batang pisang ke dalam lubang yang sudah digalinya tadi. "Kamu tunggu di pondok saja, Ca. Di sini panas!" ucap Rama. Begitu melihat Caca berdiri di depannya. Dengan wajah yang memerah karena panas begitu terik. Caca menggeleng. "Bosan aku, Om. Aku di sini saja, ya," rengeknya. Sedikit mendorong Rama agar bisa ikut berteduh di bawah pohon mangga. "Ca …," "Nggak, mau!" Bibir Caca mengerucut. Melirik tajam kepada Rama yang terpaksa mengangguk. Menerima keinginan Caca tapi dengan

