Entah sebuah keajaiban atau hanya kebetulan semata. Setelah mendapatkan pelukan dari Rama, demam Caca berangsur membaik. Tubuhnya tak sepanas tadi malam dan wajahnya pun sudah mulai normal seperti semula. Namun, kini yang menjadi permasalahannya, bagaimana caranya Rama melepaskan diri dari Caca. Gadis itu masih tertidur lelap di dalam pelukannya. Begitu erat dan sepertinya akan terbangun jika dibangunkan. Sedangkan ia harus segera bersiap untuk menunaikan sholat subuh. Suara lantunan ayat suci Al-Qur'an di mushola, sudah meyakinkan Rama bahwasanya sebentar lagi sholat subuh akan segera memasuki waktunya. Meskipun langit masih hitam pekat dan hujan masih awet mengguyur bumi. "Om … nggak sholat subuh?" tanya Caca. Menekan-nekan pipi Rama dengan jari telunjuknya. Agar terbangun dan mela

