Puncak Emosi

1129 Kata

Bisik-bisik tetangga mulai terdengar. Saat Caca dan Rama memasuki sebuah puskesmas, yang terletak cukup jauh dari rumah mereka. Dengan sepeda mereka berdua sampai. Caca tampak memasang wajah masam melihat ke arah warga yang menatapnya dan Rama. Seakan ia bisa membaca apa yang kini tengah mereka bicarakan. "Cih, sudah pada bau tanah masih saja gibahin orang. Bukannya sibuk mencari amal untuk bekal di akhirat nanti malah sibuk ghibah sana sini," dengus Caca. Tanpa melihat kemana kini kakinya melangkah. Nyaris saja ia tersandung batu, jika Rama tidak menahan langkahnya. "Apa bedanya kamu dengan mereka kalau kamu seperti ini? Misuh-misuh tidak jelas, tanpa tahu apa yang tengah mereka bicarakan." Rama menarik lengan baju Caca, "lebih baik kita masuk dan cek kesehatan kamu." "Ish, iya, iya!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN