Dimulai

1032 Kata

Rama menghela nafas berat. Melihat Caca yang memaksakan diri untuk berjalan. Berpegangan pada dinding agar tidak tumbang begitu saja. "Ca … kamu tunggu di kamar saja. Biar aku yang …" Rama meneguk ludahnya. Menelan kata yang ingin terucap, karena Caca kini menatap tajam padanya. Seakan ingin menerkamnya hidup-hidup jika ia berucap, apalagi bergerak. Caca pun melewati Rama. Dengan tatapan yang tidak lepas dari pria itu. "Tidak perlu!" dengusnya. Mengerlingkan matanya, sebelum menatap lurus ke depan. Masih meraba dinding untuk berjalan. Rama menarik nafas panjang. Tidak enak hati melihat Caca yang kini memaksakan diri untuk berjalan menuju dapur. Memaksakan diri untuk berjalan, hanya demi segelas air. "Aku bikin apa, ya?" gumam Caca, dengan suara yang masih bisa didengar Rama. Ia sen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN