Kebahagiaan Tiadatara

1510 Kata

"Aku teringat sesuatu. Yang lumayan lama ingin aku tanyakan padamu." Caca sedikit menarik dirinya dari Rama. Agar mereka bisa saling menatap satu sama lain. Karena sedari tadi enggan memberikan jarak diantara mereka berdua. Entah kenapa rasanya, jika kulit mereka saling berjauhan ada rasa yang amat ganjil dan tidak nyaman. Dan tidak tahu dari kapan, rasanya Rama pun enggan untuk turun meninggalkan ranjang. Jika biasanya setelah sholat subuh ia akan berkemas ke ladang atau memasak, sekarang ia lebih betah berpelukan dengan Caca. Tidak ada aktivitas lain, dan ujungnya Caca menggoda. Sehingga pertempuran panas pun tak dapat dielakkan lagi. "Ayo tanyakan sebelum kamu lupa lagi." Rama turut menarik diri. Tapi, tetap mempertahankan kepala Caca, masih berada di atas lengannya. "Begini …" Cac

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN