Menjadi Bayangan

1124 Kata

"Siapa, sih?" keluh Caca. Kepalanya terasa berdenyut ketika ia terkejut mendengar suara dering yang berasal dari ponselnya yang ada di atas nakas. Ia benar-benar mengutuk siapapun yang menghubunginya dini hari seperti sekarang. Padahal ia baru beberapa menit yang lalu tertidur. Setelah olahraga malam bersama Rama. "Kenapa, Ca?" Lirih Rama. Tak kalah terkejutnya dengan Caca. Suara dan pergerakan Caca yang secara tiba-tiba mengganggu tidurnya, membuat ia turut terusik. "Ini, ada yang menghubungi. Mana nomornya aku nggak ada daftar penyimpanan. Panggilan video pula. Nggak tahu apa, orang nggak lagi pake baju!" dengus Caca. Menolak panggilan video tersebut dan meletakkan kembali ponselnya di atas nakas. Tidak lupa ia mematikan nada panggilan, sebelum tenggelam ke dalam pelukan Rama. "Ngg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN