“Tuan muda kehilangan sebagian memory ingatannya, menurut dokter Tuan muda kehilangan memorynya beberapa tahun terakhir.” Hanif Ibrahim pria keturunan Turki yang juga menjadi tangan kanan atau orang kepercayaan Perdata Kusuma sedang berbicara dengan Chen Long tangan kanan Perdata Kusuma lainnya. Kedua pria dengan jas berwarna abu-abu itu sedang mengamati seorang pria berbadan tegap yang sedang duduk di atas kursi roda menikmati guyuran sinar matahari pagi. Pria di atas kursi roda itu sedang menunggu dokter yang akan menerapinya pagi ini. Pria itu adalah Rama Pradipta Kusuma cucu satu-satunya dari Perdata Kusuma seorang pengusaha dan salah satu konglomerat di negeri ini. Suatu sore setelah dia mendapat telepon dari sang kakek dia segera pergi bersama orang -orang suruhan sang kakek untuk

