Meski sudah menduga sebelumnya dan ini sebuah hal yang pantas dan wajar terjadi kepada perempuan yang telah menikah, tetapi, tetap saja masih belum nyaman aku rasakan. Antara senang, sedih, takut, cemas dan perasaan- perasaan lainnya yang berjejalan dalam dadaku. Aku kacau dan benar-benar kacau, aku merasa benar-benar sendiri harus kepada siapa aku berbagi beban ini. Dokter Ayu membuatkan resep yang harus aku tebus di apotik yang masih berada di lingkungan rumah sakit. Suplemen vitamin dan juga tablet penambah darah dokter itu resepkan padaku, selain harus mengkosumsi makanan sehat yang kaya akan vitamin aku juga diharuskan untuk cukup istirahat dan menghindari stress. Aku sengaja hanya tersenyum saat Dokter Ayu menyinggung masalah suami, karena aku memang tidak bisa berkata-kata menyan

