BMB bab 40

1806 Kata

Menunggu itu sebuah hal yang membosankan apalagi yang di tunggu adalah sesuatu yang tidak pasti, waktu berlalu dan aku sama sekali tidak tahu keberadaan Rama. Hidup begitu lucunya, menghadirkan Rama secara tiba-tiba di hidupku dengan sebuah perjodohan konyol dan sekarang pria itu hilang begitu saja bagaikan di telan bumi. “Apa rencanamu sekarang?” tanya mama yang menghampiri aku di taman samping, taman yang dibuat oleh Rama sebelum pria itu benar-benar hilang, pergi dan tidak kembali sampai detik ini. Bahkan setiap sudut tempat ini meninggalkan bayangan tentang pria itu. Taman ini adalah hasil kerja keras Rama sendiri. Pria itu begitu bersemangat ingin mewujudkan impian mama akan sebuah taman cantik di rumah ini. Masih teringat betapa dia bermandi peluh karena memgerjakan semuanya sendi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN