BUKAN MENANTU BIASA Part. 65 “Ma-maaf saya sudah tidak sopan,” ucap Rama tiba-tiba. Aku masih tercekat dengan perasaan yang bercampur aduk, Rama mengenali rasa itu dan dia juga mengenaliku meski tidak mengingatku. Perasaannya merasa kami begitu dekat meski pikirannya tidak bisa menjangkau kedekatan yang seperti apa. Melihat hal ini saja aku merasa cukup bahagia, setidaknya rasa itu telah menyatu dalam dirinya meski sekarang masih hilang dari memory- nya. * Matahari perlahan bergerak naik dan mulai menebar hangatnya meski hawa dingin masih tetap terasa menusuk ke dalam kulit. Memang seperti ini yang kurasakan setiap pagi, bahkan bisa sepanjang hari hawa sejuk pegunungan selalu menemaniku saat aku berada di sini. Pagi ini cukup cerah setelah sehari semalam hujan mengguyur dengan cukup d

