BUKAN MENANTU BIASA Part. 67 Kesadaranku berangsur menurun saat mendapati darah di jemari tangan yang baru saja aku gunakan untuk menyentuh bagian bawahku. Aku tidak tahu apa yang terjadi, hanya saja rasa sakit ini begitu hebat membuatku merasa tidak kuat lagi. Di sisa kesadaran yang masih tersisa aku bisa melihat kepanikan luar biasa pada Rey yang bersamaku saat ini. Beberapa kali aku merasa tangannya menepuk pipiku hingga kesadaranku yang hampir hilang kembali lagi. “Sinta bertahanlah! Sinta ….” Kalimat itu yang samar aku dengar, timbul, hilang dan tenggelam dan kemudian terdengar lagi samar. Sampai akhirnya mobil aku rasakan berhenti dan kepanikan terus berlanjut, tenagaku hampir habis hingga tidak ada lagi suara teriakan yang bisa aku keluarkan. Hanya air mata yang terus mengalir

