“Sekali lagi saya minta maaf karena telah merepotkan keluarga, Anda.” Kembali Rama mengucapkan permintaan maafnya. “Bukan masalah,” balasku seraya menggelengkan kepala. “Kalau boleh tahu kenapa kemarin Anda sampai mengalami kecelakaan?” tanyaku kemudian. Aku masih berdiri dengan kaki yang mulai terasa sedikit pegal dan perut mulai sedikit kaku. Mungkin juga sebagian imbas dari perasaanku yang sedang kacau. “Saya tidak ingat kejadian itu,” jawabnya kemudian. Sepertinya Rama sepertinya tidak menangkap maksud dari pertanyaanku. Karena yang aku maksudkan adalah hal yang menimpanya tadi, sampai dia harus dibawa ke dalam rumah ini, bukan kejadian yang sebelumnya. “Bukan yang dulu, tapi, yang kemarin,” tegasku pada Rama. Aku inggin tahu kenapa dia sampai di sini. “Saya suka kegiatan yang m

