Bab 62

1043 Kata

Malam semakin larut dan aku masih belum bisa memejamkan mata, pikiranku terus berada di sana di kamar tempat Rama berada sekarang. Kami begitu dekat sangat dekat, hanya saja aku tidak bisa untuk merengkuhnya lagi. Sudah tidak ada aku dalam hatinya, atau memang tidak pernah ada. Kenapa aku tidak sadar juga akan perasaanku yang tidak berbalas ini. Aku beringsut turun dari ranjang, sebuah dorongan besar membawaku untuk berjalan keluar kamar. Sesaat aku berhenti di depan pintu kamar dan pandanganku mengarah ke kamar tamu, tempat Rama berada sekarang. Di sisi lain terlihat Pak Joko tertidur di sofa yang dekat dengan kamar tamu. Biasanya dia tidur di bangunan samping. Karena semua pekerja tinggal di rumah terpisah dengan bangunan utama. Sepertinya pria itu memang berjaga di dekat kamar tamu. L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN