EMPAT PULUH EMPAT

1954 Kata

CANDY   Aku tak dapat berkedip maupun bernapas sesampainya di depan ICU. Melihat seseorang terbaring di sana, seseorang yang sangat kukenal, seseorang yang beberapa sebelum ini menemaniku. Seketika itu pula kakiku terasa lemas melihat semua itu bukanlah fiktif. Semuanya nyata. Aku melihatnya sendiri dengan kedua mataku. Yang kulakukan hanyalah diam, menahan diri agar tak mengeluarkan suara isak tangis. Di sebelahku, Nada berusaha membuatku tenang dengan mendekapku. Aku tak dapat tenang. Melihat Dirga di dalam sana—dalam keadaan koma!—, aku justru merasakan ada yang dengan sengaja memelintir paru-paruku sampai aku tak dapat bernapas. Kubekap bibirku dengan telapak tangan kuat-kuat, membelakangi Nada, berjalan lunglai menghindar, dan bersembunyi di balik tembok sekadar menumpahkan air mata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN