Aisya kini sudah berada didepan lingkaran meja. Tempat yang dua hari lalu menjadi tempatnya berbincang dengan Syarif cukup lama, juga yang membuatnya mengatur siasat menyatukan Arkhan dan Aila lagi. Sekarang misi itu dalam masa proses, gadis yang ada disampingnya sibuk memainkan es batu dalam jusnya. Sikapnya yang gugup benar-benar terlihat. "Ailaa, tenanglah. Kenapa kamu terlihat gugup seperti itu? Bukannya bertemu dengan Arkhan adalah kebiasaanmu disetiap hari?" Aila menoleh kearah Aisya dengan tatapan yang nanar. "Dulu, sebelum aku melakukan kesalahan, dan sebelum sikap Kak Arkhan berubah seperti sekarang." Jawabnya. "Apa kamu yakin Kak Arkhan akan kembali seperti dulu lagi?" "Yakin. Aku sangat yakin. Kak Arkhan masih memiliki perasaan ke kamu Aila, tidak menutup kemungkin

