Aisya menunggu seseorang. Siapa? Ya tentu orang yang sudah menyuruhnya pergi keruang paskib sepulang sekolah. Namun sejak dua puluh menit yang lalu, gadis itu tidak menemukan bentuk atau bahkan bayangannya sekalipun. Dia lupa atau memang sengaja mengerjai Aisya? Gadis itu semakin bersungut-sungut, ketika melihat sekelilingnya sudah lengang dari lalu lalang murid yang berjalan atau menaiki kendaraannya keluar dari parkiran, yang tidak jauh dari ruangan yang sekarang dia masuki. Sudah seperti penunggu ruangan itu, Aisya hanya duduk dibangku yang tadi diduduki oleh Syarif, tanpa melakukan apapun, hanya sibuk mengedarkan pandangannya, berharap menemukan seseorang yang tadinya sudah memiliki janji dengannya. Janji? Sejak kapan Syarif berjanji akan datang, dia kan hanya menyuruh Aisya datang k

