“Hei… aku tidak peduli kalau kau tertabrak atau semacamnya. Tapi jangan di depan mataku.” Ucapnya dingin dan ia menolak punggung Hazel kedepan agar tak terus bersandar padanya. Aku bicara apa sih! Dasar t***l, bodoh, b******n! Arnes menyesal mengucapkan semua itu tapi ia tidak ingin menarik kata-kata itu kembali. Ia terlalu gengsi untuk sekedar diam atau menyuruh Hazel untuk lebih berhati-hati. Hazel hanya berdecit, ia kesal dengan respon Arnes yang terkesan sangat sombong. “Lihat betapa sombongnya manusia satu ini. Apa Karena dia terlahir di keluarga kaya?!” gertak Haze. Tapi siapa sangka gertakan itu membuat darah Arnes mendidih dan bergejolak. Ia mendekati Hazel dan menarik tangannya untuk membawanya menyebrang ke arah parkiran mobil Hazel. “Oi! Lepas tanganku.” Gertaknya lagi, ta

