Teman Lama dan Baru II

1227 Kata

“Apa maksudnya tadi?” lemparan pertanyaan dari paman Amir menyadarkan Hazel. Gadis itu tidak hanya keberatan dengan sikap Pandji kini ia juga harus menghadapi sikap pamannya yang protektif. “Oh Ferdinand? Dia teman sekelas di sekolah.” Wajah paman berubah, antara kaget dan tidak percaya lalu berubah lagi menjadi tidak suka. “Jadi dia anak Drop Out?” tanyanya menusuk. “Berarti dia anak nakal ya…” paman Amir menaruh tangannya di dagu seperti guru yang menilai murid. Hazel hanya mengangkat bahunya. Apa di mata paman Amir orang yang sekolah paket orang yang drop out? “Lagipula kenapa? Potong paman Zali yang sedang menyiapkan roti panggang yang setengah hampir jadi. “Hazel sendiri juga murid yang berhenti sekolah kan.” Hazel mengangguk menyetujui paman Amir. “Kalau kau bilang orang itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN