Hazel sengaja bangun pagi-pagi dan menyiapkan sarapan dengan masakan yang paling ia kuasai, roti isi dengan dobel daging. “Ada apa ini?” sahut suara paman Zali yang ternyata sudah bangun pagi-pagi juga. “Kenapa pagi-pagi sekali?” tanyanya pada Hazel yang kini memasang wajah bingung. Ia bingung harus mulai bagaimana. “Oh ia ngomong-ngomong gimana ujianmu?” tanya paman. “Berarti sekarang kamu tinggal dua tahun lagi?” sambungnya. Paman menuju ke toilet dan membersihkan gigi. Ia tergoda dengan sarapan buatan Hazel, meski ia sedikit bosan dengan roti isi. “Em soal itu. Aman kok paman…” “Kau kenapa sih?” tanya paman, pada Hazel yang ragu-ragu. “Sebenarnya aku mau minta izin… sore ini.” “Loh. Izin kemana?” sahut paman yang masih berkumur-kumur. Ia mencoba menghentikan aktivitasnya agar sua

